close
Suara Komunitas

“BERTARUNG DEMI CAP BURUK DAN PERBEDAAN”

WhatsApp Image 2019-03-27 at 17.48.13 (1)
Kegiatan tinju di Rumah Cemara. Foto: Gina AWP

33 tahun yang lalu Kota Bandung yang dikenal sebagai Paris Van Javanya Jawa Barat telah melahirkan anak perempuan, dan saat ini sudah menjadi sosok yang kuat dengan 3 anak  dan bernama Eva. Dari total  50 orang peserta yang berlatih Tinju di Rumah Cemara Boxing Camp Eva menjadi satu-satunya perempuan pertama yang tertarik untuk ikut berlatih Tinju sampai saat ini.

Sosok perempuan yang periang, murah senyum dan tidak sombong, Eva sendiri mempunyai perawakan dengan tinggi badan 157cm dan berat badan 58 Kg. Mungkin Eva mempunyai hobi yang tidak umum seperti perempuan lainnya, yaitu suka dengan Olah Raga TINJU, Saat ini Eva  aktif di Rumah Cemara sebagai seorang pelatih sepak bola untuk perempuan dengan nama Tim DKRC Female, dan ada beberapa kegiatan yang Eva lakukan seperti melatih Sepak Bola untuk anak-anak jalanan yang ada di Kota Bandung.  Ibu 3 anak ini sendiri sangat suka dengan Olah Raga Tinju, karena menurut Eva Tinju adalah Olah Raga yang menyenangkan dan menyehatkan, Eva sendiri punya mimpi dengan filosopi Tinju bertarung demi ketidak adilan untuk kaum-kaum yang tersisihkan seperti, I FIGHT FoR ? STIGMA and DISKRIMINATION mengingat “Stigma dan Diskriminasi” untuk Orang dengan HIV dan AIDS masih terjadi di Masyarakat, karena penyakit ini selalu dihubungkan dengan permasalahan perilaku yang menyimpang atau penyakit yang di sebabkan atau dibuat oleh diri sendiri.

8 tahun yang lalu Eva Terdiagnosis  HIV, tepatnya 6 Januari 2010, dan pada bulan yang sama Eva juga di anjurkan oleh Dokter untuk mengkonsumsi terapi Obat karena jumlah kekebalan tubuh yang ada di bawah angka 200 sedangkan untuk orang yang tidak terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuhnya adalah  1500,- , terapi ARV tersebut hanya untuk Orang dengan HIV dan AIDS, sampai saat ini Eva masih menjalankan Terapi ARV karena dengan kepatuhan dan kedispilinan di atas rata-rata Eva masih sehat bahkan lebih sehat dari orang-orang yang tidak terinfeksi HIV, buktinya Eva masih kuat berlatih 12 Ronde dalam satu kali latiahan, dengan hitungan 3 menit Per 1 Ronde dan waktu istirahat hanya 1 menit per Ronde.

Mungkin kegaiatan yang Eva lakukan tidak Lajim untuk sebagian perempuan lainya, karena Olah Raga Tinju adalah Olah Raga yang keras dan di pandang sebelah mata oleh sebagian orang, karena Tinju selalu di kaitkan dengan Premanisme, Petarung jalanan, indentik dengan kekerasan, bahkan orang yang suka berantem, seperti beberapa Atlit Tinju Dunia contoh Mack Gragore dan Mike Tyson yang dikenal sebagai petarung jalanan. Eva dan teman-teman di Rumah Cemara menggunkan Olah Raga sebagai alat untuk kampanye “ INDONESIA TANPA STIGMA “ dinataranya Sepak Bola dan Tinju.

Adapun data orang dengan HIV dan AIDS ada 30.264 kasus HIV Jawabarat, Data kemenkes 2018  dan Eva Menjadi salah satu di antara sekian banyaknya wanita yang terdiagnosa HIV dan AIDS sebagai wanita yang aktif untuk memperjuangkan dan mengajak semua lapisan masyarakat dalam  menghargai Keberagaman dengan mengunakan cara-cara yang tidak lajim yaitu Olah Raga.

Sejarah Perjuangan perempuan HIV sudah di mulai sejak tahun 1985 dengan adanya perempuan di usia 25 tahun yang terdiagnosa HIV, dan pada bulan oktober di tahun yang sama pergerakan nasoinal mulai di bentuk, dengan tujuan  mendorong layanan kesehatan agar meningkatkan akses Terapi HIV dan AIDS. Data spiritia

 

Dalam kegiatan BOXING for WOMEN hanya di lakukan oleh perempuan,  mulai dari pelatih tinju, narasasumber sesi dan peserta yang mengikuti latihan hanya di ikuti oleh perempuan saja, selain berlatih dalam kegiatan ini, akan ada sesi-sesi untuk membahas isyu-isyu yang terjadi terhadap perempuan yang terjadi saat ini di lingkungan sosial seperti, Buliying, Stigma dan diskriminasi, Kekerasan terhadap perempuan, kesehatan reporoduksi untuk perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga  DLL.

Tujuan dari kegiatan BOXING for WOMEN selain untuk memperbanyak pilihan Olah Raga untuk perempuan, Olah Raga TINJU sering kali diangap bukan Olah Raga untuk perempuan.

Di dalam Filosofi Olah Raga Tinju bukan mengajarkan perempuan untuk berkelahi, akan tetapi untuk meningkatkan percaya diri, karena Olah Raga Tinju adalah Olah Raga perorangan yang membuat wanita harus mengandalkan dirinya sendiri, selain itu juga Tinju mengajarkan kedispilinan untuk kehidupan dan keseharian Eva seperti, dalam menjaga kondisi Eva untuk selalu bertahan dan berdamai dengan Virus yang ada di dalam tubuhnya.

jimmy

The author jimmy

life is to share

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.