close

Membidik Gelombang Kedua Bencana Penularan Virus Darah dari Konsumen Narkoba di Indonesia

Kajian Pengurangan Kemudaratan Shabu & Ekstasi di Batam dan Denpasar

Book Cover: Membidik Gelombang Kedua Bencana Penularan Virus Darah dari Konsumen Narkoba di Indonesia

Sejak pemberlakuan UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, laboratorium penghasil maupun peredaran gelap stimulan jenis amfetamin (ATS) di dalam negeri terus diungkap. Pil ekstasi dan metamfetamin kristal (shabu) dilaporkan sebagai ATS yang populer dikonsumsi di Indonesia. Ekstasi dan shabu, terutama yang beredar di Indonesia, merupakan NAPZA yang sepenuhnya dihasilkan dari proses sintetis senyawa dan bahan-bahan kimia. Peralatan laboratoriumnya bisa dikemas dan dipindah-pindah sehingga proses produksi di dalam sel penjarapun dapat dilakukan. Hal ini tentu menyulitkan upaya-upaya pembasmiannya sehingga saat ini kedua jenis ATS tersebut lebih tersedia dibanding NAPZA ilegal lain yang berbahan dasar tanaman seperti ganja atau heroin.

Published:
Genres:
Redaksi

The author Redaksi

Tim pengelola media dan data Rumah Cemara

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.