close
FeaturedLayanan

Hubungan Kelamin dengan Pengidap Klamidia Berisiko Tularkan HIV?

atasi-infeksi-klamidia-usai-hubungan-intim-dengan-8-pengobatan-alami_m_224840-640×420
Ilustrasi pengidap klamidia (Foto: Jawapos.com)

Salam Rumah Cemara,

Saya ingin bertanya, apakah berhubungan badan dengan pengidap klamidia berpotensi menularkan virus HIV? Saya menanyakan hal ini karena pernah berhubungan seks dengan seorang pengidap penyakit kelamin itu, tapi dia sekarang sudah sembuh.

Sejak awal 2019, Rumah Cemara memuat rubrik tanya-jawab seputar HIV-AIDS, narkoba, dan isu-isu lain yang dikerjakan oleh Rumah Cemara. Pertanyaan akan dijawab oleh tenaga yang kompeten di bidangnya. Bagi yang ingin mengetahui secara lebih dalam mengenai isu-isu tersebut, silakan ajukan melalui email: admin@rumahcemara.or.id, (khusus sosial media sebaikya pertanyaan melalui private message) Facebook: rumahcemara.or.id, Twitter: @RumahCemara, dan Instagram: @rumah_cemara. Akan ada kejutan dari Rumah Cemara bagi yang pertanyaannya dimuat di sini!

Lalu, di badan saya sekarang muncul bintik dan bolong yang kalau dipecahkan seperti ada nanah dan darahnya. Saya menduga, itu ada hubungannya dengan kebiasaan saya mengeluarkan air mani di tubuh sendiri. Apakah itu pertanda saya mengidap HIV, Kak?

Saya berusaha menyangkal kemungkinan itu karena sering melihat kalau orang kena HIV itu kurus dan katanya sering kesemutan. Saya berbeda. Saya cuma mual dan bintik-bintik di dada serta punggung. Apakah benar, Kak, saya terkena HIV?

Atas jawaban baiknya, saya ucapkan terima kasih!

Daru di Kolong Langit

Jawaban

Salam sehat, Daru!

Klamidia adalah penyakit kelamin yang paling umum ditularkan manusia akibat infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Lazimnya penularan klamidia karena banyak yang terinfeksi bakteri ini dan tidak mengetahuinya lantaran sering tidak menampakkan gejala.

Pada perempuan, klamidia menampakkan gejala berupa keluarnya cairan tidak normal yang berbau, perdarahan di luar masa menstruasi, rasa sakit saat menstruasi, nyeri di bagian lambung bawah disertai demam, sakit ketika berhubungan seks, panas dan gatal di sekitar vagina, serta sakit saat buang air kecil.

Gejala-gejala tersebut baru terasa setelah satu hingga tiga minggu terjadinya penularan. Hal ini juga berlaku pada laki-laki yang gejalanya meliputi adanya cairan bening atau keruh di ujung penis, sakit saat buang air kecil, panas dan gatal di lubang penis, serta sakit dan bengkak di sekitar testis.

Pengidap penyakit kelamin seperti klamidia berisiko tertular HIV. Alasannya adalah, cara penularan yang nyaris sama antara HIV dan klamidia. Bila HIV membutuhkan perlukaan sebagai “pintu masuk” infeksi virus saat berhubungan kelamin, klamidia hanya butuh persentuhan antarkelamin untuk penularannya. Seperti HIV, klamidia juga bisa ditularkan dari ibu ke bayi yang dikandungnya.

Dalam berhubungan seks, penularan klamidia bisa dicegah dengan pemakaian kondom. Begitu pula dengan HIV. Maka sangat mungkin orang yang tertular klamidia adalah mereka yang tidak menggunakan kondom waktu berhubungan kelamin. Ini artinya juga tidak menutup kemungkinan terjadinya penularan HIV.

Sebagai infeksi, klamidia menimbulkan luka atau peradangan yang sangat memungkinkan menjadi “pintu masuk” HIV yang seharusnya bisa dihambat oleh kulit yang utuh.

Lalu untuk mengetahui apakah Daru tertular HIV atau tidak, satu-satunya cara untuk mengetahui adalah dengan melakukan tesnya. Saat ini sudah banyak alat tes HIV yang Daru bisa dapatkan secara daring (online) dengan harga yang relatif terjangkau.  

Mengingat Daru pernah melakukan hubungan kelamin dengan pengidap klamidia, maka alangkah bijaknya bila sekarang memeriksakan diri terhadap infeksi HIV. Daripada selalu dibayangi pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan kulit yang Daru alami, lebih baik periksakan diri sekarang.

Sekarang pengobatan HIV sudah bisa diperoleh di seantero Indonesia dengan biaya yang sangat terjangkau karena Pemerintah RI menjamin pengobatan orang-orang dengan HIV. Tidak seperti dulu, pengobatan hanya bisa didapat oleh orang-orang berduit di kota tertentu.

Tes HIV akan menentukan apakah Daru memerlukan terapi antiretroviral atau tidak. Semoga hasilnya negatif HIV. Tapi kalau positif, Daru akan tahu apa yang harus dilakukan supaya bisa tetap sehat dan produktif dengan cakupan usia yang sama seperti orang-orang yang tidak terinfeksi HIV.    

Kalau Daru sungkan menemui orang lain untuk tes HIV, seperti yang sudah saya sampaikan, ada alat tes yang bisa didapatkan di internet. Tapi, bila alat yang didapat secara daring itu menunjukkan hasil positif, Anda perlu memeriksakan kembali apakah benar HIV menginfeksi tubuh Daru. Datangilah fasilitas-fasilitas layanan kesehatan yang menurut Daru nyaman untuk melakukan tes konfirmasi.

Terakhir, untuk memastikan Anda terlindung dari penularan penyakit kelamin termasuk HIV, gunakanlah kondom secara konsisten setiap berhubungan seks!

Hendro SpDLP

The author Hendro SpDLP

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.