close
FeaturedLayanan

Mengapa Saya Ingin Semua Narkoba ‘Dilegalkan’

illegal-drugs
Ilustrasi: Positive Choices

WAKTU BACA: 6 menit

Sebagai seorang mantan kepala satuan narkoba, saya telah melihat terlalu banyak anak muda yang mati. Saya memikirkan supaya anak-anak saya tidak tertangkap – oleh karenanya mengapa saya ingin semua narkoba ‘dilegalkan’.

Artikel ini adalah terjemahan dari http://www.leap.cc/why-i-want-all-drugs-legalised/

Edward Ellison, Mantan Kepala Satuan Anti Narkoba Scotland Yard’s
Daily Mail (UK) 10 Maret 1998

Tujuh tahun saya habiskan waktu di satuan antinarkoba Scotland Yard, empat tahun terakhir mengepalainya. Saya melihat dengan mata kepala sendiri penderitaan yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba. Saya melihat sendiri kekejaman, kehidupan yang hancur, dan kematian-kematian.

Dan saya melihat, serta menangkap ketika saya bisa, orang-orang yang melakukan dengan baik tugasnya tanpa konsumsi narkoba; para pengedar, importir, organisator. Saya melihat begitu besarnya keuntungan yang dibuat dari penderitaan manusia, pencucian uang, sindikat kejahatan yang mereka biayai.

Mereka menjalankan sebuah bisnis yang sangat-sangat menguntungkan di mana pengatrolan harga (mark up) yang tinggi sekali, di mana mereka memiliki pangsa pasar yang pasti, dan mereka tidak membayar pajak atas keuntungannya.

Kemudian, di satuan pembunuhan, saya melihat banyak pembunuhan terkait narkoba. Dan sebagai ‘manajer kriminal’ di kantor polisi London, saya melihat kejahatan yang dilakukan secara tak langsung: pencurian, penjambretan, dan pencopetan untuk mendanai konsumsi narkoba si pecandu. Secara profesional saya sangat berminat untuk menghentikan ini semua.

Sekarang saya sudah pensiun, saya memiliki minat pribadi yang sangat kuat dalam mengurangi konsumsi narkoba. Saya memiliki dua anak di usia yang rentan dan saya akan melakukan apa saja atas kekuatan saya untuk menjaga mereka dari jeratan industri narkoba jalanan, dan menjaga mereka dari penyalahgunaannya.

Jadi ketika sekarang saya mengatakan “mari kita legalkan narkoba,” saya berharap saya tidak akan dituntut karena menoleransi kejahatan yang disebabkan oleh narkoba, atau menjadi lembek terhadap penjahat-penjahat yang brutal dan penuh kekerasan untuk memaksakan narkoba, menghancurkan hidup, serta merusak masyarakat kita.

Baca juga:  Trihex: Obat Parkinson yang Marak Diminum Tanpa Resep

Dengan menderita…

Saya mengatakan ‘legalkan’ narkoba karena saya ingin melihat para penjahat tidak lagi berada di dalam bisnis ini.

Saya belajar satu hal belakangan bahwa kita semua mengeluarkan uang untuk narkoba. Harga sebenarnya dari setiap penjualan narkoba dibebankan ke masyarakat. Pencurian-pencurian di rumah atau mobil – jika anda pernah mengalaminya, mungkin barang-barang yang hilang digunakan untuk membeli narkoba. Uang yang mereka peroleh diserahkan ke tangan-tangan jaringan kejahatan narkoba.

Lebih dari setengah dari korban pencurian adalah korban kejahatan narkoba. Keuntungan terbesar yang didapat oleh penjahat narkoba berasal dari saku Anda dan saya. Setiap orang yang membayar peningkatan premi asuransi juga begitu, secara tak langsung, untuk alasan yang sama itu.

Kita telah mengupayakan pelarangan. Satuan-satuan kepolisian terbiasa dengan target konsumen akhir (end-user). Semua yang terjadi adalah bahwa pengadilan dan laboratorium disibukkan dengan ribuan kasus dari yang kecil, konsumen individual, lalu satu generasi orang muda berpikir bahwa polisilah musuh mereka. Tidak ada lagi yang tersisa untuk memberantas kejahatan lain.

Dalam pembelaan dirinya, polisi senior memusatkan diri pada rantai pasokan  – para pengedar – dan menoleransi kepemilikan narkoba untuk konsumsi pribadi. Konsumen dilepaskan dengan sebuah peringatan. Hal ini menghemat waktu pengadilan maupun laboratorium, mengurangi friksi antara polisi dan anak-anak muda, tetapi memberikan kami hal terburuk dari kedua dunia itu: sebuah tingkat kejahatan yang tinggi dan keuntungan yang tinggi bagi para pelaku kejahatan.

Jika pelarangan merupakan kebijakan yang tepat, mengapa hal itu tidak pernah sukses? Konsumsi narkoba saat ini merupakan bagian dari kehidupan sosial bagi sekitar setengah dari seluruh jumlah anak-anak kita. Dari ganja hingga kecanduan heroin terdaftar, konsumsi narkoba meningkat.

Polisi dan bea cukai menggapai kesuksesannya namun dari tiap penangkapan dalam jumlah besar tersebut justru membuat harganya melambung tinggi di jalanan, menjamin keuntungan yang bahkan lebih besar bagi para pelaku kejahatan.

Baca juga:  Mengenal Kokain, Narkoba Pilihan Cucu Konglomerat yang Tertangkap di Toilet Restoran

Cukup jelas, pelarangan telah gagal.

Permintaan dan pasokan meningkat. Para pengedar mendapat keuntungan yang menjijikkan. Dan seiring dengan meningkatnya risiko, kekerasan menjadi semakin kejam. Ini berarti terdapat upaya-upaya korupsi sistem hukum, mempertaruhkan nama baik, dan bahkan pembunuhan.

Mengapa bermunculan kelompok kejahatan narkoba dengan kekerasan? Karena mereka memperjuangkan perluasan perdagangan mereka dan menghasilkan uang yang lebih banyak. Mereka memiliki sebuah bisnis yang memonopoli serta pangsa pasar yang selalu ada: jadi satu-satunya kompetisi adalah di antara mereka.

Pemerintah mendapatkan kredit dari ‘kekuatan pasar’ dengan legitimasi kekuasaannya – namun menolak untuk melepas kekuasaan tersebut, atau malah mengorganisir hal ini dalam pemberantasan narkoba. Mari kita gunakan kekuatan pasar untuk menyingkirkan mereka dari bisnis ini.

Kita bisa menyingkirkan para penjahat keluar dari rantai pasokan, dan mengurangi permintaan dengan tujuan ekonomis dan dengan pendidikan. Kita tidak dapat melakukannya dengan kebijakan. Tuhan tahu kita telah mencobanya cukup lama.

Dengan pengecutnya…

Berkali-kali para politisi menggunakan frasa melegalkan narkoba adalah hal yang ‘tidak dapat dipikirkan’. Padahal, para politisi dibayar untuk berpikir. Yang menyedihkan, pimpinan-pimpinan mereka melarang bahkan untuk mendiskusikan hal ini.

Para pengedar mendapat kebencian saya yang tidak menaruh rasa hormat kepada para politisi yang terlalu pengecut untuk memikirkan atau mempromosikan debat publik.

Mereka yang pernah mengatakan ‘tidak bisa dipikirkan’ lupa bahwa narkoba seperti heroin dulu pernah legal, bahkan saat ini di beberapa tempat. Di tahun enam puluhan, klinik-klinik diizinkan untuk meresepkan para pecandu heroin, narkoba dari sumber medis yang dapat dipercaya dengan harga yang tidak melambung sewaktu-waktu.

Saat ini, narkoba seharga £1.000 per pound atau per 16 ons di jalanan bisa diproduksi dengan jumlah yang sama hanya dengan £1. Itu berarti £999 yang tidak bisa dibiayai oleh para pecandu – dengan kata lain, dicuri dari Anda. Dan uang sebesar £999 tidak langsung masuk ke saku-saku sindikat kejahatan.

Manfaat bagi pecandu narkoba akan besar. Mendapat narkoba dari sumber legal yang akan membuatnya memperoleh konseling, dukungan, terapi – semua yang dibutuhkan untuk keluar dari ketergantungan.

Baca juga:  KTP Elektronik, Saracen, PCC, dan PKI di YLBHI

‘Legalisasi ganja’ bukan berarti ‘mendorong pemakaian ganja’. Ini berarti kebalikannya. Saya ingin melihat tingkat penyalahgunaan narkoba yang terendah, dengan dampak yang membahayakan orang lain yang paling minim.

‘Melegalkan’ ganja akan berarti bahwa para orang tua dan guru dapat mendiskusikannya bersama anak-anak muda secara terbuka, bukan konfrontatif. Ini berarti pemikiran-pemikiran untuk mengonsumsinya terbentuk melalui pendidikan, bukan propaganda, dan kecenderungan konsumsi sebagai bentuk pemberontakan remaja dapat diturunkan. Ini juga berlaku terhadap narkoba-narkoba lain.

Secara memalukan…

Jika perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi, sekaliber ICI, memberikan izin untuk membuat dan menjual narkoba-narkoba ini maka akan ada pendidikan, pengetahuan, dan kendali mutu. Harganya akan menurun.

Para penjahat akan terpukul di tempat yang paling menyakitkan – di saku mereka. Basis kekuatan mereka akan terpotong. Mereka tidak lagi memiliki pelanggan. Kita akan benar-benar menyingkirkan mereka ke luar dari bisinis ini.

Bencilah penyalahgunaan narkoba dan kejahatan. Saya mengutuk sebuah kebijakan yang menguntungkan para penjahat, dan saya murka kepada kejahatan narkoba yang mempengaruhi kita semua. Saya malu dengan keterbatasan sumber daya yang tersedia untuk mendukung korban dan keluarganya, dan saya marah kepada kebanyakan politisi yang mengklaim tidak memiliki mandat bahkan untuk mendiskusikan alternatif (kebijakan narkoba).

The more I learn about the justification, implementation, and impact of American drug policy the more proud I am to be British and European,” ujar Eddy, sapaan Edward Ellison pada satu kesempatan.

 

=============================================================

Rumah Cemara membuka kesempatan kepada rekan-rekan yang pernah menggeluti “perang terhadap narkoba”, khususnya aparat atau pensiunan aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim, petugas pemasyarakatan) untuk berbagi kisah tentang betapa perang ini justru menimbulkan lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Setiap tulisan yang terpilih untuk dimuat di situs web ini layak mendapatkan insentif.

Redaksi

The author Redaksi

Tim pengelola media dan data Rumah Cemara

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.