close
PHOTO-2018-11-30-12-20-30
Trofi Anugerah Indonesia tanpa Stigma 2018 (Foto: Prima Prakasa)

WAKTU BACA: 3 menit

Rumah Cemara memberikan penghargaan Anugerah Indonesia Tanpa Stigma (AITS) 2018 bagi sejumlah publikasi media seputar HIV-AIDS, di Bale Rumawat Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu, 5 Desember 2018.

AITS merupakan bentuk apresiasi Rumah Cemara kepada sejumlah kalangan, baik jurnalis maupun masyarakat umum yang menghasilkan karya bermutu seputar HIV-AIDS maupun narkoba melalui media. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan visi “Indonesia tanpa Stigma” yang dimiliki Rumah Cemara.

Bagi Rumah Cemara, media memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi yang akurat mengenai HIV-AIDS sehingga stigma (cap buruk) pada orang dengan HIV-AIDS dan kelompok lain seperti pengguna narkoba, secara bertahap dapat ditekan.

Kuliah umum “Media & HIV-AIDS” oleh Syaiful W Harahap, wartawan senior dan pegiat penanggulangan AIDS (Foto: Eric Arfianto)

Patri Handoyo, Manajer Media & Data Rumah Cemara menjelaskan, hampir selama dua tahun terakhir, pihaknya mengamati berbagai publikasi media terkait HIV-AIDS dan narkoba. Ia meyakini, di tengah minimnya karya jurnalistik mendalam mengenai HIV-AIDS dan narkoba di Indonesia, ada sejumlah jurnalis yang dengan tekun menghasilkan karya yang sejalan dengan visi Rumah Cemara.

“Dari pengamatan itulah sejumlah karya layak mendapat apresiasi atas kesesuaian dengan visi Rumah Cemara dalam menyajikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui dukungan UNAIDS Indonesia, Rumah Cemara bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung dan Program Studi Jurnalistik Fikom Universitas Padjadjaran menyeleksi sejumlah karya berupa tulisan maupun video untuk diberi penghargaan. Penilaian dilakukan terhadap karya yang dipublikasikan dalam setahun terakhir, yaitu mulai 1 Desember 2017 hingga 5 November 2018.

Baca juga:  Ahli di Sidang MK: Narkotika Fardu Diurus Sektor Kesehatan Bukan Pidana

Terdapat 4 kategori karya yang dinilai oleh tim yang terdiri dari perwakilan Rumah Cemara, AJI Bandung, dan Prodi Jurnalistik ini, yaitu tulisan dan video karya jurnalis serta tulisan dan video karya masyarakat umum.

Peraih AITS 2018: Novelia; M Asri Rasma – CNN Indonesia; Bagus R Prabowo; mewakili M Faisal dan Fahri Salam – Tirto.id, Patri Handoyo – Rumah Cemara (Foto: Eric Arfianto)

Menurut Patri, dari ratusan publikasi yang ada pihaknya melakukan seleksi tahap pertama dengan menilai akurasi dan isi karya yang bebas stigma. “Ada 28 tulisan kategori jurnalis, 10 tulisan kategori umum, 7 video kategori jurnalis, dan 3 video kategori umum, yang layak dikutsertakan dalam tahap selanjutnya,” ujarnya.

Pada tahap akhir, Patri menambahkan, tim penilai mencari satu karya terbaik untuk setiap kategori. “Penilaiannya lebih banyak pada aspek jurnalisme dan gaya penyajian,” ucapnya menjelaskan.

Melalui proses tersebut, Anugerah Indonesia Tanpa Stigma tahun ini diberikan kepada,

  1. Kategori Tulisan Jurnalis
  1. Kategori Tulisan Umum
  • Artikel berjudul “Aruna dan Wabahnya
  • Media: Validnews.id, Karya Novelia, Msi (Peneliti Muda Visi Teliti Saksama)
  • Penayangan: 9 Oktober 2018
  1. Kategori Video Jurnalis
  1. Kategori Video Umum
Baca juga:  I-Doser Bukan Narkoba
Aditia Taslim, Direktur Rumah Cemara berpose di tayangan sambutan M. Faisal, peraih AITS 2018 kategori Tulisan Jurnalis yang berhalangan hadir (Foto: Eric Arfianto)

Anugerah Indonesia Tanpa Stigma (AITS) diharapkan dapat menjadi pendorong bagi berbagai kalangan, terutama jurnalis, untuk menghasilkan berbagai karya yang bermutu dalam mengangkat isu HIV-AIDS maupun narkoba di Indonesia. Menurut rencana, pemberian pengharggaan ini akan menjadi kegiatan tahunan Rumah Cemara sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Tanpa Stigma.

Tri Irwanda

The author Tri Irwanda

Praktisi komunikasi. Mulai menekuni isu HIV dan AIDS ketika bekerja di KPA Provinsi Jawa Barat. Punya kebiasaan mendengarkan lagu The Who, “Baba O’Riley”, saat memulai hari dengan secangkir kopi.

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.