close

Featured

Komunitas

Cityzens Giving dan Pentingnya Dukungan untuk Indonesia

featured-cityzens-giving-rumah-cemara

Homeless (tunawisma), anak jalanan (anjal), orang dengan HIV-AIDS (ODHA), dan kaum termarginalkan lainnya di kota-kota Indonesia dinilai sebagian kalangan sebagai permasalahan sosial yang terus meningkat. Stigma terhadap mereka begitu kentara. Julukan sebagai ‘sampah masyarakat’, dianggap tidak layak hidup bersama masyarakat, dan caci maki lainnya sering terdengar. Hal ini turut memengaruhi kesadaran mereka akan kesehatan.  

Selengkapnya
Komunitas

Memukul Diskriminasi di Muka

memukul-diskriminasi-di-muka

Bagaimana Tinju Menyelamatkan Hidup Seorang Pasien HIV

Tidak jauh dari Daarut Tauhid, satu dari pesantren terbesar di Bandung, Indonesia, terdapat sebuah rumah. Rumah ini, di daerah Gegerkalong, di depannya terdapat sejumlah gerai makanan. Para santri membeli dan makan di gerai-gerai tersebut. Daerah ini bernuansa religius dan damai. Di sisi rumah, terdapat gang (lorong) gelap. 

Selengkapnya
Layanan

Quo Vadis Rehabilitasi Kecanduan NAPZA di Indonesia

quo-vadis-rehabilitasi-kecanduan-napza-di-indonesia

Dewasa ini masalah NAPZA ilegal di Indonesia dinilai telah sangat mengkhawatirkan. Korban telah meluas dan menyerang hampir seluruh lapisan masyarakat. Bahaya narkoba dianggap sistemik, mengancam generasi muda bangsa. Sejumlah literatur menyatakan, selain bisa merusak mental dan jiwa pecandunya, narkoba bisa menyebabkan seseorang melakukan tindak kejahatan.

Selengkapnya
Komunitas

Komodifikasi Narkoba untuk Negara dan Rakyat

komodifikasi-narkoba-untuk-negara-dan-rakyat

“Stop Narkoba”, “Jauhi Narkoba”, “Prestasi Yes, Narkoba No!”, dan slogan antinarkoba lainnya telah terserap puluhan tahun. Stigma untuk menjauhi komoditas ini telah terbentuk. Atas terpaan slogan-slogan tersebut, masyarakat menciptakan stereotip tentang narkoba dan konsumennya, bukan memahami ‘benda’ macam apakah ini, mengapa terjadi komodifikasi narkoba, mempelajari cara konsumsinya secara lebih aman, serta harus  ke mana mencari pertolongan jika membutuhkan, misal ada yang terlalu banyak mengonsumsinya (overdosis).

Selengkapnya
Layanan

Pengobatan Gangguan Jiwa lewat Internet

untitled

Hingga kini, gangguan jiwa masih dianggap aib, sekalipun oleh para pengidapnya. Walaupun tanda-tanda gangguan mentalnya masih bisa dikatakan ringan, namun kebanyakan orang enggan mencari bantuan profesional untuk pertolongan medis. 

Selengkapnya
Kebijakan

Seorang Polisi yang Meninggalkan ‘Perang lawan Narkoba’: Saya telah Melakukan Hal-hal yang Sangat Buruk

7360

Neil Woods telah terbiasa mempertaruhkan nyawa demi menangkap bandar narkoba. Tapi, saat sindikat menanggapinya dengan meningkatkan kekerasan dan intimidasi – beberapa bahkan meracuni konsumen narkoba yang berbicara dengan polisi – dia mulai melihat bahwa ‘legalisasi’ merupakan satu-satunya solusi.

Selengkapnya
Komunitas

Perwujudan Alexandra Kollontai dalam Diri Eva Dewi

eva-dewi-rumah-cemara-boxing

Some third person decides your fate: this is the whole essence of bureaucracy” – Alexandra Kollontai dalam La Oposición Obrera (1976)

Alexandra  Kollontai lahir di St. Petersburg, Rusia pada 1872. Wanita cantik yang lahir dengan nama Alexandra Mikhailovna Domontovich ini menikah di usia 19 tahun. Ibunda Alexandra keberatan putrinya menikah dengan Vladimir Ludvigovich, seorang pemuda miskin. Tetapi Alexandra membelanya. Ia akan bekerja sebagai guru untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Selengkapnya
Kebijakan

Tidak perlu “More Human than Human”, cukup “Memanusiakan Manusia”

memanusiakan-manusia-featured

Kata-kata “memanusiakan manusia” kerap ditujukan kepada pemerintah dalam melayani rakyatnya. Artinya, pelayanan publik yang memanusiakan harus dirasakan oleh masyarakat. Konsep “memanusiakan manusia” bukan hanya terbatas di bidang pelayanan tetapi juga menyentuh seluruh dimensi kehidupan.

Selengkapnya
1 37 38 39 40
Page 39 of 40