close

Kebijakan

Kebijakan

Aksi Penggerebekan LGBT Melemahkan Upaya Mengatasi HIV

demo-tolak-lgbt-antarafoto-2_ratio-16×9

Semua bermula pada 2016. Penolakan terhadap lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) muncul bergelombang dan meluas. Mereka yang menyuarakan anti-LGBT termasuk para elite negara. Alasannya macam-macam, tapi bisa disatukan dalam argumen kepanikan berbasis moral.

Selengkapnya
Kebijakan

Deklarasi Politik atas Kegagalan Perang terhadap Narkoba

0.61489600_1556539753_20-20190515-dte-28th-anniversary

“Perang terhadap narkoba” sejak 1971 telah menghabiskan banyak dana tapi minim capaian bahkan kontradiktif, malah lebih banyak dampak merugikan bagi masyarakat secara umum. Dampak turunan tersebut antara lain peningkatan kekerasan oleh aparat hukum hingga merebaknya suap, penularan penyakit atas pemakaian alat konsumsi bergiliran, atau pemenjaraan konsumen narkoba yang sangat membebani keuangan negara.

Selengkapnya
Kebijakan

Kebijakan Narkoba: Seharusnya Mencontoh yang Berhasil

end-drug-war

Melihat besarnya anggaran yang ‘muncul’ terkait kebijakan pemberantasan narkoba, Patri Handoyo mengusulkan agar pemerintah memberlakukan dekriminalisasi dalam urusan penyalahgunaan narkoba ini. Dia merujuk pada kebijakan Portugal yang menerapkan dekriminalisasi terhadap sejumlah narkotika, obat-obatan terlarang dan zat psikotropika pada Juli 2001.

Selengkapnya
Kebijakan

Dipecat karena HIV-AIDS

C00YNxUWIAAnRkw

Dion, begitu ia meminta dirinya disebut, tak pernah menyangka jika human immunodeficiency virus (HIV) yang ada dalam tubuhnya bisa membuatnya kehilangan pekerjaan. Bukan lantaran produktivitasnya menurun karena sakit. Ia justru diberhentikan ketika grafik kinerjanya meningkat.

Selengkapnya
Kebijakan

Perang yang Boros Anggaran dan Gagal

parah-kapasitas-195-dipaksa-tampung-571-tahanan

Walau sebenarnya sudah memproduksi dan menyediakan narkotika (metadon) secara harian untuk terapi, tapi untuk mengurangi jumlah konsumen narkoba, pemerintah melakukan pendekatan perang alih-alih dekriminalisasi dan regulasi pasar. Dampaknya, narkoba dengan segala jenisnya masuk dalam kerangka ekonomi pasar gelap. “Siapa pun dapat memproduksi tanpa izin negara dan dijual dengan harga semena-mena,” ujar Patri.

Selengkapnya
Kebijakan

Pemberantasan Narkoba, Pemborosan Uang Negara

Methadone

Badan Narkotika Nasional (BNN) melansir angka prevalensi penyalah guna narkoba mencapai 3,3 juta orang atau 1,77 persen dari total penduduk Indonesia usia 10-59 tahun pada Peringatan Hari Anti-Narkoba Nasional 2018.

Selengkapnya
1 11 12 13 14 15 22
Page 13 of 22