close

Komunitas

Komunitas

Organisasi Nirlaba di Indonesia

Non-Profit Organisation

Organisasi nirlaba (non-profit organisation) adalah organsisasi yang tujuan utamanya mendukung suatu isu atau persoalan di masyarakat tanpa mengomersialkannya atau mencari keuntungan moneter. Contoh organisasi jenis ini adalah gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik umum, organisasi politik, bantuan masyarakat, jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, lembaga kajian, museum, dsb.

Selengkapnya
Kegiatan

Next Level Final Show

next-level-event

Datang yuk ke final show-nya Next Level!

Ini adalah panggung pertunjukan peserta pelatihan rap, DJ, beat making, dan break dance yang hampir semua peserta pelatihan 10 hari ini memulainya dari nol. Mereka akan menampilkan kemampuan terbaik hasil pelatihan sepanjang 23-30 November 2016 bersama pelatih profesional di Rumah Cemara. Acara ini juga merupakan cara kami memperingati Hari AIDS Sedunia. Kami ingin menunjukkan bahwa orang-orang yang terdampak HIV-AIDS pun bisa belajar dan mengasah bakatnya di kancah musik hip hop.

Selengkapnya
Layanan

Melihat Kredibilitas Lembaga Nonprofit melalui Audit Internal

internal-audit-rumah-cemara

Semakin berkembangnya dunia usaha di Indonesia, baik profit maupun nonprofit, membuat keberadaan audit internal sangat diperlukan. Audit internal memiliki peranan vital untuk sebuah lembaga. Audit internal diibaratkan sebagai sistem navigasi yang bisa memberikan informasi kepada lembaga yang bersangkutan mengenai keadaan yang berkembang di dalamnya.

Selengkapnya
Komunitas

Cityzens Giving dan Pentingnya Dukungan untuk Indonesia

featured-cityzens-giving-rumah-cemara

Homeless (tunawisma), anak jalanan (anjal), orang dengan HIV-AIDS (ODHA), dan kaum termarginalkan lainnya di kota-kota Indonesia dinilai sebagian kalangan sebagai permasalahan sosial yang terus meningkat. Stigma terhadap mereka begitu kentara. Julukan sebagai ‘sampah masyarakat’, dianggap tidak layak hidup bersama masyarakat, dan caci maki lainnya sering terdengar. Hal ini turut memengaruhi kesadaran mereka akan kesehatan.  

Selengkapnya
Komunitas

Memukul Diskriminasi di Muka

memukul-diskriminasi-di-muka

Bagaimana Tinju Menyelamatkan Hidup Seorang Pasien HIV

Tidak jauh dari Daarut Tauhid, satu dari pesantren terbesar di Bandung, Indonesia, terdapat sebuah rumah. Rumah ini, di daerah Gegerkalong, di depannya terdapat sejumlah gerai makanan. Para santri membeli dan makan di gerai-gerai tersebut. Daerah ini bernuansa religius dan damai. Di sisi rumah, terdapat gang (lorong) gelap. 

Selengkapnya
Komunitas

Komodifikasi Narkoba untuk Negara dan Rakyat

komodifikasi-narkoba-untuk-negara-dan-rakyat

“Stop Narkoba”, “Jauhi Narkoba”, “Prestasi Yes, Narkoba No!”, dan slogan antinarkoba lainnya telah terserap puluhan tahun. Stigma untuk menjauhi komoditas ini telah terbentuk. Atas terpaan slogan-slogan tersebut, masyarakat menciptakan stereotip tentang narkoba dan konsumennya, bukan memahami ‘benda’ macam apakah ini, mengapa terjadi komodifikasi narkoba, mempelajari cara konsumsinya secara lebih aman, serta harus  ke mana mencari pertolongan jika membutuhkan, misal ada yang terlalu banyak mengonsumsinya (overdosis).

Selengkapnya
Komunitas

Akreditasi the International HIV-AIDS Alliance untuk Rumah Cemara

akreditasi-the-international-hiv-aids-alliance-untuk-rumah-cemara

Bulan ini, Rumah Cemara menerima sertifikat akreditasi dari the  International HIV-AIDS Alliance (selanjutnya disebut Alliance) dalam sebuah acara di India. Sebagai gabungan organisasi internasional yang bekerja sejak 1993 di lebih dari 40 negara yang paling terdampak krisis AIDS global, Alliance mewajibkan organisasi-organisasi yang tergabung di dalamnya (linking organisations) agar memiliki sejumlah standar yang terakreditasi.

Selengkapnya
Komunitas

Perwujudan Alexandra Kollontai dalam Diri Eva Dewi

eva-dewi-rumah-cemara-boxing

Some third person decides your fate: this is the whole essence of bureaucracy” – Alexandra Kollontai dalam La Oposición Obrera (1976)

Alexandra  Kollontai lahir di St. Petersburg, Rusia pada 1872. Wanita cantik yang lahir dengan nama Alexandra Mikhailovna Domontovich ini menikah di usia 19 tahun. Ibunda Alexandra keberatan putrinya menikah dengan Vladimir Ludvigovich, seorang pemuda miskin. Tetapi Alexandra membelanya. Ia akan bekerja sebagai guru untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Selengkapnya
1 13 14 15 16 17 18
Page 15 of 18