close
arv
ARV (Anti Retroviral). Sumber gambar: Google Images

Menjadi ODHA, atau Orang Dengan HIV dan Aids, bukan hal yang bisa dibanggakan. Namun juga bukan hal yang memalukan. Ketika ada yang bertanya ; “Kamu tidak malu?” Jawab saja ; “Kenapa harus malu? Aku tidak merugikan orang, tidak menipu, tidak melakukan kejahatan.”  Ingat yaa… Teman-teman, terinfeksi HIV bukan suatu kejahatan. Kita hanya terinfeksi sebuah virus, namanya HIV. Bukan mengajak kalian untuk menyepelekan. Tapi setidaknya jangan terlalu membebani pikiranmu

Sifat-sifat HIV versi saya :

  1. Adil dan Bijaksana. : Bisa menginfeksi seseorang tanpa melihat jenis kelamin, usia, status sosial, status ekonomi, bahkan status pernikahan. Yang jomblo pun bisa terinfeksi.
  2. Setia : Virus mati seiring orangnya juga mati. Lebih setia dari pasangan kita, kan? Kalau kita mati, mana mau dia ikut mati. Jenazah ODHA , sama saja dengan jenazah pasien lain. Lebih baik memang dilakukan Universal Precaution atau Kewaspadaan Umum untuk semua pasien.
  3. Kontradiktif : Ada yang dirugikan, ada yang diuntungkan. Misalnya, ODHA sering diminta untuk menjadi subyek penelitian, menjadi nara sumber sebuah seminar ataupun acara, menimbulkan adanya kegiaran-kegiatan bagi beberapa LSM dan Yayasan, menjadikan terbentuknya sebuah komisi yang didalamnya bekerja beberapa orang, dan masih banyak lagi. Di sisi lain, banyak orang kehilangan orang tercinta yang meninggal dan banyak ODHA yang sakit parah.
  4. Selective : Tidak semua orang bisa terinfeksi HIV, karena tidak semua orang melakukan perilaku berisiko ataupun berhubungan seks dengan pasangan yang melakukan perlaku berisiko. Toh pun demikian, tidak semua orang yang melakukan hal yang berisiko , bisa terinfeksi HIV. Ibarat orang yang mengikuti arisan, yang bersangkutan belum dapat giliran aja. Akan tertular kalau memenuhi prinsip penularan : KeDupCuMa…: Apakah Virus Keluar, Kalau pun keluar, apakah hiDup, OK hidup, tapi Cukup gak? Masuk ga?
Baca juga:  Sebenarnya aku takut ngomongin narkoba

Secara umum orang biasanya takut tertular HIV. Toh pun tidak melakukan perilaku yang berisiko, tidak memiliki pasangan yang memiliki risiko, dan tidak pernah mendapat tranfusi darah. Walaupun sudah dijabarkan Prinsip Penularan Kedupcuma. OK. Sedangkan  Virus HIV, kena udara cepat mati. Terkena panas juga mati.

Kalau sudah test HIV, kemudian  hasilnya Reaktif atau Positif HIV, mungkin bisa dipakai tips-tips CANTIK  berikut ini  : Cuma jadi ODHA aja malu. Ahhh… Biasa aja kaleee… Nerima diri sendiri dulu…Toh semua sudah terjadi . Ini bukan maunya kita. Kamu  nggak salah , kok.

Kita tidak bisa menyihir virus HIV hilang dari darah kita dengan mantra-mantra ; Avracadavra, Expelliarmus, Expecto Patronum., Sim salabim….  Jadi, ya kita mendingan berdamai aja. Biar Virus nggak ke mana-mana, dan bikin kita sakit, minum ARV (Anti Retroviral) : Tepat Waktu, Tepat Dosis. Tepat Cara. Waktunya tepat ya, kalau dua kali sehari, ya obat diminum setiap 12 jam. Kalau satu kali, ya obat diminum setiap 24 jam. Dosis sesuai yang dianjurkan dokter. Caranya juga tepat, misalnya diminum sebelum atau sesudah makan, atau jangan mengonsumsi sesuatu yang bisa menetralisir obat ARV. Lebih baik minum ARV dengan air puth, eh….Air bening…  Saya tidak mau ada pertanyaan : “Benerrr…. Air putih itu airnya putih? Bingung,kan…?”  Nggaaaaak… Bukan aku yang bingung… L Kamuuu yang ajak-ajak orang untuk bingung bareng kamu.

Kalau ada yang bilang HIV  Tidak Ada Obatnya, jawab aja : HIV ADA OBATNYA. Yaitu ARV, atau Antiretroviral. Emang sih, minumnya selama-lamanya. Saya tidak bilang seumur hidup, karena terkesan seperti hukuman. Iya, ARV dikonsumsi selamanya. Tapi kan sama aja dengan pasien Diabetes, sakit Jantung, Hipertensi, dan lain-lain. Minum obat selama-lamanya. Sama, kan? Salahnya di mana?  J Nah. Makanya jangan merasa nelangsa dan baper sendiri…. Begitu dapat obat yang diminum selamanya langsung sediiiiiih gak jelas. Mestinya kita bersyukur, sudah ada ARV, dan gratis lagi.  Ada lagi ‘obat’ untuk HIV. Yaitu ; dukungan keluarga, sahabat, relawan, dan informasi yang benar .

Baca juga:  Perwakilan Rumah Cemara Sampaikan Situasi Komunitas Transgender Indonesia di ILGA Asia Conference 2019

Kalau  setiap ODHA ditanya, pasti tidak ada yang ingin atau  bercita-cita menjadi ODHA. Tidak ada syarat khusus menjadi ODHA. Kita tidak perlu “nakal”  dulu, atau menjadi “Orang Nggak Baik-Baik” dulu, untuk menjadi ODHA. Tidak ada rumus pasti seperti 1+ 1 = 2. Jadi bukan berarti setiap orang yang dibilang nakal, dan bukan orang baik-baik, pasti bisa menjadi ODHA. Yang tiap hari “nakal” dan “gak baik-baik”  aja, belum tentu terinfeksi HIV.

HIV itu  nggak serem… Bila  status HIV kita semakin dini diketahui, apakah Reaktif atau Non Reaktif.  Bila kita tetap patuh terapi ARV misalnya kita memang positif HIV.  Bila kita tidak ada io/ infeksi oportunistik, atau penyakit  yang datang saat kekebalan tubuh menurun. Kalau toh pun ada io, segera obati aja. HIV itu nggak Serem.. Bila kita tidak men-stigma diri sendiri.

HIV menjadi semacam monster, karena ketidakfahaman, ketidakpedulian, dan ketakutan yang tak berdasar…..

Bukan untuk mengabaikan serta menganggap remeh, tapi dengan mengetahui informasi yang benar tentang HIV , pencegahannya, dan penularannya, maka HIV bukan lagi monster.  Dan dengan mengetahui semua itu, kita akan lebih bisa menghapus stigma dan diskriminasi. Menerima status positif HIV siapapun dengan hati terbuka.

Bisa menyimpulkan sendiri, bahwa ODHA adalah bagian dari masyarakat yang sama aja seperti umumya masyarakat. ODHA ada ditengah masyarakat, beraktifitas seperti sewajarnya manusia. Bahkan bisa berkarya dan berprestasi. Kalau ada yang bilang untuk bertobat. Tobat berlaku untuk siapa pun, dan privacy siapapun. ODHA sama dengan manusia lainnya.  Bagi yang senang dugem ya mungkin masih seneng, yang rajin beribadah tetap rajin atau mungkin bertambah rajin ibadahnya.  Pastinya yang diharapkan adalah perubahan positif dan pencegahan positif.  Perubahan positif, akan meningkatkan semangat hidup ODHA. Pencegahan positif, artinya mencegah penularan HIV ke orang lain, atau sering dengan slogan HIV stop di sini.

Baca juga:  Pelatihan Advokasi Anggaran Program HIV-AIDS

Ada kebesaran Allah SWT didalam virus HIV : virus ada didalam cairan sperma, tapi tidak di dalam sperma. Ada di cairan vagina, tapi tidak di sel telur. Nah, Kasih dan Sayang Allah pun tetap kita rasakan dalam kondisi apapun.

            Kabar Sedikit Buruk dari HIV : Kita tidak bisa memilih IO atau Infeksi Oportunistik…. Ya kalau dapat yang ringan, kalau ketemu IO yang parah, gimana?  Nggak mungkin kan, ada perintah : Centang IO yang kamu mau, saat dirimu dinyatakan positif HIV. Juga tidak ada multiple choice (pilih : a. Diare, b. Tb, c. Stevens-johnson Syndrome, d. Meningitis ).  Kita juga nggak bisa milih mendapatkan efek samping ARV yang seperti apa. Bisa mual, ruam-ruam, pusing, mimpi buruk, ataupun diare. Apapun itu, efek samping bisa terjadi pada obat apapun, bahkan obat beli di warung. Dan tentu saja, efek samping hanya sementara, bukan sementahun …

Ok….Pencegahan HIV : bila tidak yakin dengan status HIV pasanganmu lebih baik gunakan kondom. Apalagi tidak yakin dengan status pernikahannya… Apakah menikah, cerai, atau apalah. Karena di PHP itu lebih sakit dari menerima hasil test HIV. Mencari informasi yang benar tentang HIV. Bagi yang merasa berisiko , silakan segera test HIV.

Asti Anwar

The author Asti Anwar

2 Comments

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.