close
siaran pers Loc Surabaya 2017
Foto: Yayasan Orbit

WAKTU BACA: 3 menit

SIARAN PERS

League of Change 2017 di Surabaya:

Untuk Perubahan Bersama Melalui Sepak Bola

Surabaya (27 April 2017) – League of Change (LoC) atau dikenal juga dengan Liga Perubahan kembali digelar tahun ini. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, kali ini LoC akan berlangsung di Surabaya, 30 April hingga 3 Mei 2017.

LoC adalah liga sepak bola jalanan 4 lawan 4 yang menyatukan orang dengan HIV-AIDS (ODHA), konsumen narkoba, anak jalanan, masyarakat miskin kota, dan kelompok marginal lainnya. Salah satu tujuan penyelenggaraan LoC adalah agar kelompok-kelompok terpinggirkan itu memiliki kesempatan untuk mengubah hidupnya melalui sepak bola.

Penyelenggaraan LoC biasanya digelar oleh Rumah Cemara di Bandung, seperti yang berlangsung pada 2012 dan 2013. Namun tahun ini, Yayasan Our Right To Be Independent (ORBIT) di Surabaya akan menjadi tuan rumah kegiatan yang tetap mengusung semboyan “Keadilan bersepak bola bagi seluruh rakyat Indonesia” itu.

Seperti diketahui, acara yang diprakarsai Rumah Cemara ini bukanlah milik lembaga, mitra, dan individu tertentu, melainkan milik seluruh lapisan masyarakat. Seluruh kelompok maupun individu di Indonesia dapat berpartisipasi dengan semangat perubahan melalui sepak bola, tanpa adanya stigma dan diskriminasi.

Rudhy Wedhasamara, ketua pelaksana dari Yayasan ORBIT Surabaya menjelaskan, sepak bola merupakan media yang kreatif sebagai ajang pembuktian bagi orang-orang yang kerap mendapat stigma dari masyarakat, seperti konsumen narkoba, ODHA, dan anak jalanan.

LoC menjadi hal yang unik, kreatif, dan inovatif. Sebagai wadah yang baru selain advokasi dan perundingan dengan pemerintah. Sepak bola dapat membuktikan bahwa semangat yang nyata dari kaum termarginalkan dapat mengubah sudut pandang masyarakat maupun pemerintah secara langsung,” ungkapnya.

Rudhy menambahkan, dengan adanya perwakilan setiap provinsi di Indonesia yang berpartisipasi, dapat menimbulkan persatuan yang kuat antar komunitas untuk menyatukan visi Indonesia Tanpa Stigma.

Untuk suatu perubahan perlu dilakukan melalui internal atau komunitas itu sendiri. Setelah itu yang eksternal atau masyarakat, untuk membuka mata terhadap isu sosial yang sebenarnya dekat dengan mereka,” ujar pria yang akrab dipanggil Sinyo ini.

[AdSense-A]

Baca juga:  Tiga Argumen "Kenapa Ganja Harus Tetap Ilegal" Diulas

Ia mencontohkan, “Misalnya aku ODHA, orang Malang dan pergi ke Surabaya untuk mengikuti LoC karena mengetahui ada wadah dan komunitas yang menyelenggarakan acara ini. Nah,dari situ pun terlihat begitu besar niat perubahannya.”

Sejumlah perwakilan dari berbagai kalangan direncanakan menghadiri acara LoC 2017 di Surabaya ini, seperti Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), Polrestabes Surabaya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Kota Surabaya dan para ‘veteran’ pemain Persebaya sebagai bentuk apresiasi atas pagelaran komunitas ini.

League of Change atau Liga Perubahan diharapkan menjadi acara tahunan dengan tempat berbeda. Salah satu dampak positif yang dapat diperoleh tuan rumah selaku penyelenggara adalah adanya sinergi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah dalam berbagai bidang. Selain itu, tuan rumah juga dapat mempromosikan kotanya dalam hal kesadaran, kebersamaan dan kesetaraan umat manusia.******

Redaksi

The author Redaksi

Tim pengelola media dan data Rumah Cemara

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.