close
Voy Kayworld-aids-day
Gambar Ilustrasi: Voy Kay

WAKTU BACA: 1 menit

Hari AIDS Sedunia diperingati tiap 1 Desember sejak 1988. Bagi kalangan yang menekuni isu HIV dan AIDS, momen ini menjadi pengingat bahwa HIV dan AIDS masih ada di bumi ini. Epidemi atau penularannya di masyarakat masih dihadapi dan belum usai.

Baca juga:  Timnas HWC 2017 Manfaatkan Masa Adaptasinya ke Oslo Vinterpark

Pada 2020 saja, UNAIDS melaporkan 1,5 juta kasus HIV baru di seluruh dunia. Saat ini, sekitar 37,7 juta orang sejagat hidup dengan HIV. Dari jumlah itu, sekitar 27,5 juta sudah mengikuti terapi antiretroviral.

Kementerian Kesehatan RI mencatat akumulasi 436.948 kasus HIV dan 133.703 kasus AIDS sejak kasus pertama dilaporkan pada 1987 hingga Juni 2021. 

Angka tersebut menunjukkan, belum seluruh kasus HIV terdeteksi, karena diperkirakan terdapat 543.100 kasus HIV di Indonesia. Ada sekitar dua puluhan persen kasus yang belum terdeteksi. Yang cukup memprihatinkan adalah rendahnya jumlah orang dengan HIV yang menjalani terapi antiretroviral secara rutin. Datanya hanya sekitar 28 persen.

Lalu, bagaimana situasi yang dihadapi orang-orang dengan HIV hari ini? Apakah stigma dan diskriminasi terhadap mereka masih relevan untuk dibahas? Dan yang terpenting, makna seperti apa yang tepat disematkan pada momen Hari AIDS Sedunia tahun ini?

Yuk simak obrolan Tri Irwanda bersama Direktur Rumah Cemara, Raditya Tisnawinata seputar Hari AIDS Sedunia ini!

Videografer: Ahmad Budi Santoso


Tags : AIDSantiretroviralARVdiskriminasiHari AIDS SeduniaHIVStigma
Tri Irwanda

The author Tri Irwanda

Praktisi komunikasi. Mulai menekuni isu HIV dan AIDS ketika bekerja di KPA Provinsi Jawa Barat. Punya kebiasaan mendengarkan lagu The Who, “Baba O’Riley”, saat memulai hari dengan secangkir kopi.

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.