close
WhatsApp Image 2021-12-03 at 18.55.25
Gambar Ilustrasi: @abulatbunga

WAKTU BACA: 1 menit

Di episode kali ini, kami berkesempatan ngobrol bersama Ressa “Icha” Ria – Samahita dan Dian “Dinov” Novita – LBH APIK soal 16 Hari Aktivisme menentang Kekerasan Berbasis Gender. Di Indonesia, momen ini diinisiasi oleh Komnas Perempuan sejak 2001 dan dikenal luas sebagai 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (16-HAKTP).

Situs resmi Global 16 Days Campaign menyatakan, kampanye di tahun ke-30 ini akan berfokus pada isu “femisida atau pembunuhan perempuan terkait gender”. Adapun tema kampanye tahun ini sebagaimana tertera di situs resmi UN Women adalah “Orange the world: End violence against women now!”. Bagaimana dengan di Indonesia?

Sejumlah perbedaan dan konteks global-lokal masa 16 hari itu jadi pertanyaan Terranova Waksman dan Patri Handoyo sebagai pemandu obrolan. Ternyata, baik Icha maupun Dinov mengungkap kalau sepanjang tahun ini, kekerasan seksual terbanyak yang dilaporkan masyarakat ke organisasi mereka dilakukan secara daring atau online.

Lalu bagaimana mengatasi persoalan yang sedang tren itu di tengah sistem hukum kita saat ini, seperti adanya UU ITE yang kontraproduktif bagi korban? Daripada penasaran, mending simak aja obrolan mereka!

Audiografer: Ahmad Budi Santoso
Videografer: Ahmad Budi Santoso


Tags : 16 Days Activism against Gender-Based Violence16 HAKTP16 Hari Anti-Kekerasan terhadap PerempuanHAKTPkekerasan seksualkekerasan seksual daringkekerasan seksual online
Redaksi

The author Redaksi

Tim pengelola media dan data Rumah Cemara

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.